welcome and have a great time
Home    Info    Ask
About: a wanderlust / a paperback writer / a photographer / self-proclaimed genius : see my other babbles at nobski.wordpress.com
Seperempat Abad

Sebentar lagi seperempat abad.
Apa saja yang telah kau perbuat?
Lebih banyak amal atau maksiat?
Lebih banyak niat atau yang dibuat?

Sebentar lagi seperempat abad.
Harus lebih kuat, taat, dan bermanfaat.
Juga lebih menjaga aurat dan amanat.
Agar ada akhwat yang meminang suatu saat.

Hahahaha

Perawan dan Seorang Teman

Si perawan sedang menunggu pesan dari seorang teman.
Ngakunya sih teman, tapi saban hari selalu berduaan.
Dari pagi berangkat kuliah hingga malam, dalih ada kerjaan sampingan.

Si perawan sebenarnya sudah kerasan dengan si teman.
Ia pun yakin cintanya tak bertepuk sebelah tangan.
Teman-teman si perawan yang lain suruh dia yang menyatakan duluan.
Tapi ia bergeming, tetap menunggu si teman mengajaknya jadian.

Sudah beberapa bulan si perawan tak mendengar kabar si teman.
Ada berita si teman sudah ada gandengan.
Si perawan sakit hati karena ternyata hanya jadi cadangan.

Kasihan si perawan.
Untung yang jadi korban cuma perasaan.

Malu, Kelu, Biru, Rindu, Ya Begitu

Sebelum tidur ini, saya membuat catatan tentang kamu.
Tentang kita yang berpapasan di jalan sempit di depan Pasar Baru.
Saya berjalan ke tempat yang dituju, kamu sedang mencari buku.

Hanya bertegur sapa, saling menyebut nama.

Entah malu, entah kelu.
Yang jelas saya biru.
Berlalu sambil terbawa rindu.
Padahal baru bertemu beberapa saat lalu.

Ah, cinta memang suka begitu.

“It turns out you cry more as you age. I was originally someone who did not drop a single tear, but these days, I cry even when I see a sunset.”

Lee JongHyun

(@ Jo Jung Chi and Ha Rim’s 2 O’Clock, cr allkpop )

(Source: cnbjonghyun, via fizhasan)

Mereka

Mereka, terakhir berjumpa tiga tahun lalu.
Di tengah hiruk-pikuk anak-anak baru.

Mereka, setelahnya putus hubungan hingga beberapa saat lalu.
Bertemu. Lalu terpaku antara rindu dan ragu.

Terbayang perasaan mereka berdua,
yang akhirnya hanya bisa berkata,

"Saya lega tau kamu baik-baik saja."

“If a writer falls in love with you, you can never die.” —Anonymous (via skinnyknees)

(via sarashanti)

Kalau Ibu masak ini di rumah, sampai lupa udah nambah berapa piring. :)

Kalau Ibu masak ini di rumah, sampai lupa udah nambah berapa piring. :)

“As you grow, you learn more. If you stayed as ignorant as you were at twenty-two, you’d always be twenty-two. Aging is not just decay, you know. It’s growth. It’s more than the negative that you’re going to die, it’s the positive that you understand you’re going to die, and that you live a better life because of it.” — Mitch Albom, Tuesdays with Morrie
Kalau jalur ke hati Abang lewat mana? Au ah, Neng.

Kalau jalur ke hati Abang lewat mana? Au ah, Neng.

Rumah

Selama ini saya cuma tau kalau pulang dan rumah itu merujuk pada satu, tempat. Tempat saya berangkat menuju rutinitas dan kembali dari penat. Satu-satunya tempat di mana saya merasa aman dan nyaman.

Butuh dua puluh tiga tahun lamanya untuk menyadari bahwa ternyata pulang dan rumah ga selalu berasosiasi dengan alamat di Jalan Kemuning 1 nomor 36. Dan butuh satu orang untuk membantu saya menyadari hal itu, kamu.

Kamu membuat saya ga lagi memikirkan rumah ketika denger lagu Pulang-nya Float atau Home-nya Michael Buble.

:)

“Make sure you marry someone who laughs at the same things you do.” —J.D.Salinger,  to his daughter (via beaswellgirl)
Kita, di antara

Ada jarak antara kita di tengah meja dan kursi-kursi kayu ini.
Lewat ramai,
lewat riuh,
lewat piring dan gelas yang gaduh.
Orang-orang bercakap,
berkelakar.
Namun kita masih mencari cara
menjembatani kata
demi sebuah sapa.

Manusia memburu senja ke mana-mana, tapi dunia ini fana, Sukab, seperti senja.

Jawaban Alina - Seno Gumira Ajidarma (2001)

Manusia memburu senja ke mana-mana, tapi dunia ini fana, Sukab, seperti senja.

Jawaban Alina - Seno Gumira Ajidarma (2001)

Semakin banyak penemuan dan mesin diciptakan untuk membantu manusia, mempersingkat waktu dan jarak tempuh. Tetapi nyatanya berbanding lurus juga dengan keluhan manusia dan barang-barang instan dengan dalih terlalu sibuk. Bukankah menurut logika jika teknologi membantu manusia maka akan ada lebih banyak waktu tersisa?

YOK!

YOK!

"Spin Madly On" theme by Margarette Bacani. Powered by Tumblr.