(Sebenernya) mau komentar tentang bakal calon Pilkada DKI yang lagi rame di TV, tapi KTP saya bukan Jakarta. Hehe.

Gini deh, ngomong-ngomong soal TV, saya pengen banget gitu kalo ngidupin TV liat berita isinya ga lebay, bikin horor, keki, dongkol. Rasanya pengen lempar remote.

Sejauh ini sih saya paling suka DAAI TV. Adem gitu nontonnya. Suasana hati jadi positif. Kan enak kalo pulang ke rumah, capek trus nyetel TV isinya nyenengin. Jadi semacam punya semangat lagi gitu buat esok hari. Ternyata dunia masih banyak orang baik hati. Kan enak, menyebarkan aura positif syukur-syukur orang-orang pada ikutan.

Ya namanya berita, tetep harus cover both side lah tapi angle kan bisa dipilih. Mbok ya kalo bahas BBM naik, cari angle yang yang ga bikin tertekan uring-uringan gitu. Mau gimana pun BBM memang akan naik sih, TAPI bahan bakar alternatif ditemuin sama ini di sini, prospeknya begini, komunitas sepeda ada banyak di sini dan jalur sepeda akan dibangun di sini, Jampersal sekarang udah bisa dinikmati masyarakat dan begini caranya, lalalalala. Kan lega gitu rasanya masih punya harapan hidup. Ga kaya sekarang. Aduh males saya komentar.

0 notes

Opini Saya tentang LGBT

Saya ga setuju sama yang namanya LGBT. Lesbian Gay Bisexual Transgender (kecuali yang emang kelainan genetis). Orientasi itu kita sendiri yang nentuin dan kita yang ngendaliin. Everything is a state of mind, semuanya bisa kalo lo suruh otak lo buat bisa. Tuhan dari dulu juga nyiptain wanita untuk lelaki dan lelaki untuk wanita. That’s it. Iseng amat sih ambil lahan orang, kaya anak SMA yang SPMB dari IPA ambil IPS ato IPC. *oke ga sesimpel itu. haha. Saya juga ga setuju sama isu-isu yang menjual dan memojokkan kaum LGBT itu, karena mereka bukan objek pem-bully-an. Tapi ya itu, LGBT sekarang kaya udah hilang kendali. Orang yang straight sok dihomo-homoin dan akhirnya homo beneran. Saya ga suka. Salah kaprah. Ada beberapa orang-orang di sekitar saya yang dicurigai maupun yang mengaku lesbian atau gay, ga saya jauhi. Malah saya penasaran sama ceritanya. Call me old-fashioned or what, but I’m not agree with this.

Buat mereka yang masih mencari-cari jati diri ataupun yang udah mengklaim ataupun yang mendukung, saya bukan homophobic. Saya cuma ga setuju aja. Orang bebas memilih, tapi pilihlah secara bertanggung jawab. Buat mereka yang menjadikan isu ini sebagai bahan jualan atau olok-olok, plis deh udah 2012. LGBT bukan aib tapi bukan juga sesuatu yang bisa dibanggakan.

And again, everyone has their own opinion.

1 note

Having A Child Is A Serious Matter

Menggendong anak lo saat tangan yang lain memegang rokok kemudian menghembuskan asapnya adalah salah satu tindakan yang mencerminkan bahwa lo ga menganggap hal ini serius. Saat memutuskan untuk mempunyai anak berarti lo udah setuju dan menyanggupi bahwa lo akan bertanggung jawab penuh atas perkembangan anak ini nantinya, baik secara moril, materil hingga spiritual sampai masa bakti lo sebagai orang tua selesai.
Terlepas dari masalah ayah-yang-dengan-selfishnya-ngerokok-sambil-gendong-anaknya-ini, saya prihatin banget liat pasangan-pasangan sah yang udah mampu secara lahir batin punya anak tapi belom dikasih sama Allah sementara banyak anak-anak dibuang gara-gara ayah ibunya cuma mau pas”bikinnya” doang.

Again, deciding to have a child is a very serious matter. Do you take it seriously?
If you cant’ afford to have a baby, then don’t make one!

Sincerely,
Soon-to-be-a-mother *AAMIIN

9 notes

“Go Green” my ass!

“Go Green” my ass!

4 notes

Udah Mbak, Jangan Dilanjutin Lagi

A: Eh, kayaknya kita pernah ketemu deh.
B: Iya ya? Di mana?
A: Malem pokoknya, setelah tidur.
B: Masa sih? Kok gitu?
A: Iya, soalnya kamu wanita dalam mimpi-mimpiku.
B: Pas bangun basah atau ngga?
A: …

Ampun. Maaf kalo nyampah-nyampahin dashboardnya. Hehe.

2 notes

Bercabang

Saat diskusi terbuka bersama teman-teman Suara Mahasiswa UI.
Oknum D: Katanya kalau mencintai itu jangan setinggi langit atau sedalam laut, tapi seujung kuku, meskipun dipotong tapi terus tumbuh.
Oknum E: Kenapa bukan rambut?
Oknum N: Karena rambut bisa bercabang.
122 notes

Dua dari tiga laki-laki dewasa di Indonesia adalah perokok aktif.
Bagaimana dengan kamu?

Notes

"Sebaiknya kita jangan sering-sering bertemu.
Biar kamu tau rasanya rindu."

Idiiiiiihhhhh. Sedap ga? Hahahaha.

7 notes

Dua jam itu sebenarnya cukup.
Atas senyum, tawa dan tatap mata. Atas rindu dari setahun lalu.

0 notes

"Agaknya cuma kamu yang bisa memaksa aksara keluar dari otakku dan membentuk rima. Ya, cuma kamu."

Ceritanya galau. Tau deh kesampean apa ngga. Haha.

1 note

Yes, there is something wrong with this country

Postingan saya yang ini, akhirnya saya nemuin jawabannya di sini dan sini. Dan saya setuju. Sekali.

"

How are you, Mr. D?
Long time no see.

Sincerely, me. :)

"

1 note

Ada yang mau saya kirimin kartu pos ga?

Tapi harus bales kartu pos saya pake kartu pos lagi. hehe.

Notes

"You are my favorite memory."

AZEG. udah cukup gombal belom tuh? hahaha.

1 note